6 Musisi Ini Beberin Cara Dapet Ide Sampai Jadi Lirik Lagu

inspirasi lirik lagu para musisi
Dalam acara Spotify IDentitasku, 6 musisi perwakilan setiap daerah di Indonesia ini beberkan cara mereka mendapatkan ide sampai mengolahnya menjadi sebuah lirik lagu. Digelar di Lucy in The Sky SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (11/10/2022) lalu, keenam musisi tersebut mewakili daerahnya masing-masing. Ada Yura Yunita dari Bandung, Woro Widowati dari Jawa Tengah, Ndarboy Genk dari Yogyakarta, Sal Priadi dari Jawa Timur, Stevan Pasaribu dari Sumatera Utara, dan Baskara Hindia dari DKI Jakarta. Buat yang udah penasaran, ini nih jawaban mereka!

Woro Widowati

Ia mengungkapkan ada beberapa lagunya yang memang dibuat sama mantannya. “Jadi, bukan dari aku pribadi yang nyusun lirik dan lain-lain, jadi memang kayak bener-bener cerita real aku sama dia, terus dijadiin lagu,” ungkap Woro. Setelah putus, Woro mengaku jarang banget bawain lagu-lagunya tersebut dan lebih memilih untuk mencari lagu lain. “Soalnya males ah, ngapain? Kalau temen-temen mau dengerin, yaudah denger di YouTube aja. Salah satu lagunya, Sekuat Hatiku. Aku sampe lupa tau judulnya,” ujarnya.

Yura Yunita

Lain hal nya dengan Yura, ia cerita kalau menulis lirik lagu caranya mengalir aja ibarat menulis diary. “Dari aku 12 tahun sampe sekarang, aku tuh udah terbiasa kalau apapun yang dirasain, kegelisahan sampe rindu, bahagia sedih, kecewa, marah, itu biasa aku tuangkan dalam satu lagu,” kata Yura. Terkadang, pelantun Dunia Tipu-Tipu ini juga nggak menulis sendiri, ia sharing pengalaman dengan suaminya, Donne Maula.

“Di album Tutur Batin, aku banyak menulis bareng dia [Donne Maula] jadi kita suka sharing soal tulisan, soal pemilihan kata, dan lainya,” ujarnya. Yura menambahkan, “Cuma, sering terjadinya sih ya ngalir gitu aja sih kak. Kayak dikasih tau aja gitu sama semesta, dan yang paling penting, banyak yang emang aku ambil dari pengalaman pribadi,” tutur nya.

Baskara Putra alias Hindia

Vokalis band .Feast ini mengungkapkan kalau ia termasuk orang yang tertutup dan sulit untuk cerita kepada orang lain, kecuali orang tersebut sudah dekat sekali dengannya. Selama ini, pelantun Evaluasi ini menganggap lagu sebagai bentuk terapi untuknya. “Saya punya pegangan hidup kayak gini: “Gue mungkin suka boong di depan orang, tapi gue harus jujur di lagu gue sendiri”. Makanya, banyak lagu-lagu Hindia yang mungkin sangat personal,” terang Baskara.

Baca Juga : Joji: Biografi, Karir, dan Perjalanan Musiknya

Ia melanjutkan, “Makanya, kalau dibaca, orang mungkin bertanya-tanya, “ini lagu apa? Kok ada nama orang di lagu ini?”. Sesuatu yang mungkin buat banyak orang kok asing banget. Tapi, itu salah satunya cara saya buat cerita. Karena, saya nggak bisa terbuka sama siapapun, bahkan sama pasangan sendiri kadang-kadang. Jadi, saya ceritanya tuh ke lagu,” lanjutnya.

Stevan Pasaribu

“Aku kalau soal lirik tuh susah banget. Jarang dan bahkan hampir nggak bisa buat lirik sebenernya. Jadi, terkadang dibantu sama cerita temen,” ujar Stevan. Kalau versi Stevan, ia menjadikan lingkungannya sebagai wadah untuk tempat cerita. “Aku selalu suka dengan cerita orang, karena kadang orang itu cerita bukan cuman buat dikasih masukkan, kadang mereka cerita buat didengerin aja. Nah, dari cerita mereka, aku bisa ambil kesimpulan, satu. Dan aku buat jadi lagu,” bebernya.

Ia melanjutkan, “Kadang, kalau mereka cerita aku coba tulis, terus aku kasih tau, “Boleh nggak ini gue jadiin sebuah lagu?” Jadi, karya yang selama ini aku buat adalah karya yang jujur dari hati. Jadi, cerita hidupmu adalah laguku,” ujarnya.

Ndarboy Genk

Beda sama Ndarboy, ia ngaku lebih suka ciptain lagu dibanding nyanyi di panggung. “Tapi, puji syukur, dikasih rezeki buat manggung juga beberapa tahun ini,” ujar Ndarboy. Selama proses bikin lagu, ia mau lagu-lagunya nggak cuman mewakili perasaannya, namun juga perasaan orang lain. “Seperti tadi mas Baskara, menjadikan lagu sebagai terapi. Kalau bisa, orang dengerin lagu campur sari, dangdut, bahkan koplo itu nggak cuma mau hura-hura aja, atau bahkan cuma pengin goyang, tapi dia bisa merasakan arti dari lirik itu,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, kalau tujuannya berkarya nggak cuman menargetkan lirik atau nada yang catchy aja, tapi juga mengangkat musik-musik barat. “Saya gabungin sama musik campur sari dan juga alat musik tradisional,” tuturnya.

Sal Priadi

Kalau Sal sendiri paling suka bikin lagu sendiri. Dari awal, kalau main gitar, ia senang cari chord yang enak. “Dulu emang ngawur-ngawur, tapi setelah ada satu waktu kebiasaan nulis. Terus misalnya temen lagi cerita apa gitu, sesuatu yang sebenernya sederhana. Misal, temen cerita abis diselingkuhin, nah nanti pas pulang aku tuh bisa kayak nambah bumbu kanan, bumbu kiri di ceritanya dia,” ujar Sal. Ia menyebut hal itulah yang melatih dirinya bisa menulis lirik dengan bahasa-bahasa yang dipilihnya sekarang.

error: Content is protected !!