Apa Itu Royalti Musik, Bagaimana Menentukan Tarifnya?

Apa Itu Royalti Musik Bagaimana Menentukan Tarifnya

Kisruh royalti musik penyanyi dan pencipta lagu kian marak. Terbaru Anji Manji yang merilis daftar lagu ciptaannya yang royaltinya tak dulu didapatkannya. Sementara itu, ada termasuk Andre Taulany yang dituntut hak royalti sebesar Rp 35 miliar atas hak royalti berasal dari lagu berjudul Mungkinkah. Lantas, apa sesungguhnya royalti musik tersebut?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), royalti merupakan uang jasa yang dibayarkan atas barang atau product yang diproduksi kepada pihak yang punyai hak paten. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik, royalti adalah imbalan atas pemanfaatan hak ekonomi suatu ciptaan atau product hak terkait yang di terima oleh pencipta atau pemilik hak tersebut.

Undang-undang yang mengatur royalti musik adalah UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Pada Pasal 40 ayat (1) poin d beleid selanjutnya dijelaskan bahwa lagu dan/atau musik bersama atau tanpa teks termasuk ciptaan yang dilindungi.

Pemerintah termasuk mengeluarkan ketentuan yang tertentu mengatur tentang royalti, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik.Pada pasal 3 disebutkan jikalau tiap tiap orang dapat mengfungsikan lagu atau musik secara komersial didalam wujud fasilitas publik bersama membayar royalti kepada pencipta, pemegang hak cipta, maupun pemilik hak terkait melalui LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional).

Adapun fasilitas publik berbentuk komersial sebagaimana Pasal 3 PP No. 56 Tahun 2021 meliputi:

Baca Juga: https://alainrobillard.info/profil-dan-biografi-aktor-morgan-freeman/

– Bank dan kantor.

– Bioskop.

– Hotel termasuk kamar dan fasilitasnya.

– Konser musik.

– Lembaga penyiaran radio.

– Lembaga penyiaran televisi.

– Moda transportasi, yaitu bus, kereta api, kapal laut, dan pesawat udara.

– Nada menunggu telpon (ringtone).

– Pameran dan bazar.

– Pertokoan.

– Pusat rekreasi.

– Restoran, pub, bar, kafe, bistro, kelab malam, dan diskotek.

– Seminar dan konferensi komersial.

– Usaha karaoke.

Tarif Royalti Lagu dan Musik

Besaran tarif royalti musik dan lagu termuat didalam Keputusan Menteri (Kepmen) Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) No. HKI.2.OT.03.01-02 Tahun 2016. Berikut rincian cost yang mesti dibayarkan pengguna karya musik dan lagu secara komersial.

1. Seminar dan Konferensi

Rp 500.000 per hari (pembayaran sekurang-kurangnya setahun sekali).

2. Restoran, Pub, Bar, Kafe, Bistro, Kelab Malam, dan Diskotek

– Masing-masing Rp 60.000 per kursi per th. untuk royalti pencipta dan royalti hak terkait (restoran dan kafe).

– Masing-masing Rp 180.000 per mtr. persegi per th. untuk royalti pencipta dan royalti hak terkait (pub, bar, dan bistro).

– Rp 250.000 per mtr. persegi per th. untuk royalti pencipta dan Rp 180.000 per mtr. persegi untuk royalti hak terkait (kelab malam dan diskotek).

3. Nada Tunggu Telepon, Bank, dan Kantor

– Rp 100.000 per sambungan telpon per th. (nada menunggu telepon).

– Rp 6.000 per mtr. persegi tiap tiap th. (bank dan kantor).

4. Bioskop

Tarif royalti musik di bioskop sebesar Rp 3.600.000 per layar per tahun.

5. Pameran dan Bazar

Rp 1.500.000 per hari.

6. Transportasi Umum

– Saat persiapan terbang, mendarat, dan bergerak di landasan (on ground): jumlah penumpang x tarif indeks (0,25% x harga tiket terendah) x durasi musik.

– Selama terbang: jumlah penumpang x tarif indeks (0,25% x harga tiket terendah) x durasi musik sepanjang terbang x kadar tingkat pemanfaatan musik (10%).

– Bus, kereta api, dan kapal laut: jumlah penumpang x tarif indeks (0,25% x harga tiket terendah) x durasi musik sepanjang perjalanan x kadar tingkat pemanfaatan musik (10%).

7. Konser Musik

– Dengan penjualan tiket: hasil kotor penjualan tiket x 2% + tiket yang digratiskan x 1%.

– Tarif royalti musik konser gratis: cost produksi musik x 2%.

error: Content is protected !!