Asa Komunitas Musik Klasik di Kota Padang

musik klasik padang

Gesekan alat musik biola seorang pria memicu pengunjung D’Colonial Kota Padang slot deposit via qrisTerlihat Sendi begitu khidmat menggesek biolanya hening. Pria selanjutnya begitu khidmat menggesek biolanya. Sekilas lagu yang dimainkan terdengar layaknya lagu khas Sumatera Barat yang berjudul ‘Babendi-bendi’.

Pria yang bermain biola selanjutnya bernama Sendi Orysal. Seorang pemain orkestra yang berasal berasal dari Kabupaten Solok Sumatera Barat. Sendi bersama Komunitas West Sumatra Sound Aesthetic (WESSA) teratur mengadakan aktivitas yang diberi nama Klasik Asik tiap-tiap Jumat di Cafe D’Colonial.

Musik Klasik Masuk Program Klasik Asik

Sendi menjelaskan, Klasik Asik merupakan salah satu program berasal dari WESSA. Kegiatan selanjutnya bertujuan untuk memperkenalkan musik klasik kepada penduduk yang tersedia di Kota Padang. Klasik Asik juga bertujuan memberi tambahan edukasi kepada penduduk perihal musik klasik. “ Kami dambakan memperkenalkan lebih jauh perihal musik klasik kepada semua kalangan,” katanya.

Sendi menerangkan, program musik klasik ini terdiri berasal dari beberapa aktivitas jadi berasal dari diskusi hingga tampil di panggung, Setiap minggu para pemantiknya dapat digilir berasal dari bagian WESSA. Kebetulan saja Jumat ini Sendi yang isi acara. “Kami berkata musik klasik dan banyak hal dalam program klasik asik ini,” ucap Pria lulusan Fakultas Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang.

Baca Juga: https://alainrobillard.info/apa-itu-royalti-musik-bagaimana-menentukan-tarifnya/

Selain Klasik Asik, kata Sendi, WESSA miliki program lainya layaknya workshop musik di sekolah yang tersedia di Kota Padang. Lalu kelas musik gratis yang diselenggarakan tiap-tiap akhir pekan di D’Colonial Cafe. Bagi yang berminat studi musik klasik sanggup mampir saja, tanpa dipungut biaya. “Silakan mampir bagi yang dambakan studi ataupun hanyalah dambakan hanyalah tau perihal musik klasik,” ujaranya.

Komunitas Musik Klasik

Menurunya program selanjutnya telah melaksanakan WESSA sejak berdiri pada 2017. Namun sempat berhenti sebab covid-19 menyerang Sumatera Barat. Barulah di awal 2023 WESSA mengawali program tersebut. “Ya sementara covid, kami menentukan istirahat sejenak,” katanya.

WESSA sebuah komunitas seni musik yang lahir pada 25 September 2017 di Padang Panjang, Sumatera Barat. Komunitas selanjutnya didirikan oleh 3 orang mahasiswa Jurusan Musik Barat, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Padang Panjang yakni Sendi Orysal, Wahyudi Ahlan, dan Andre Dwi Wibowo.

Sendi menjelaskan, nama komunitas West Sumatra Sound Aesthetic diambil berasal dari Bahasa Inggris yang artinya estetika bunyi Sumatra Barat. Melalui filosofi selanjutnya WESSA dambakan menggali nilai-nilai budaya Sumatera Barat yang diwujudkan bersama sebuah karya seni musik. Sebab tidak banyak komunitas musik klasik yang tersedia di Sumatera. “WESSA kemungkinan satu satunya yang tersedia di Sumatera,” ucapnya.

WESSA didirikan sebagai upaya memperkenalkan musik klasik kepada penduduk Sumatera Barat. Selama ini musik klasik lekat bersama stigma kalangan atasnya. Namun WESSA cobalah untuk membuat perubahan stigma tersebut. “Kami dambakan membuat perubahan stigma terkecuali musik klasik punya kaum borjuis,” ucapnya sambil tertawa.

error: Content is protected !!