Fakta Menarik Dan Aneh Perihal Musik Di Indonesia

Apa saja yang kau kenal mengenai fakta menarik dan aneh seputar musik? Musik yaitu seni dan adat istiadat yang melibatkan pengaplikasian bunyi atau suara dalam metode tertentu untuk menghasilkan estetika dan ekspresi emosionil. Musik terdiri dari elemen-elemen seperti irama, harmoni, irama, dan dinamika, serta unsur lain seperti lirik, instrumen, dan genre. Musik bisa dimainkan dan dilaksanakan oleh individu atau golongan dalam bermacam-macam konteks, termasuk pertunjukan segera, rekaman, radio, layar kaca, dan dunia online. Musik mempunyai imbas yang kuat pada kehidupan manusia, sebab bisa memengaruhi suasana hati, meningkatkan kreativitas, dan membangun relasi sosial.

Berikut yaitu sebagian fakta menarik dan aneh seputar musik:

Nyanyian terpanjang yang pernah direkam yaitu “The Rise and Fall of Bossanova” oleh PC III. Nyanyian ini berdurasi sekitar 13 jam.
Nada terendah yang pernah dicatat dalam sebuah rekaman yaitu -31,6 dB, yang diwujudkan oleh sebuah perangkat bernama “The BrownNote”. Nada ini diyakini bisa membikin manusia merasa berharap membuang air besar.
Pada tahun 2010, seorang artis bernama NeilHarbisson memasang sebuah antena di kepalanya yang memungkinkannya mendengar warna. Ini artinya, dia bisa “mendengar” warna yang tak dapat dipandang oleh mata manusia. Harbisson malahan sudah menulis sebuah nyanyian yang didasarkan pada spektrum warna.
Nyanyian “The MostUnwantedSong” yang dihasilkan pada tahun 1997 oleh dua artis, Dave Soldier dan KomarandMelamid, didasarkan pada hasil survei seputar apa yang paling tak diharapkan dalam sebuah nyanyian. Nyanyian ini meliputi komponen rap seputar Walmart, solo trompet yang betul-betul panjang, dan paduan bunyi yang mendendangkan lirik seputar buah hati-buah hati yang mengemis.
Sebagian penelitian sudah memperlihatkan bahwa ayam bisa merespons spaceman pragmatic musik dan malahan memilih variasi musik yang mereka sukai. Sebuah studi yang dilaksanakan oleh Universitas Bristol menemukan bahwa ayam cenderung lebih menyenangi musik dengan tempo yang pesat dan nada yang lebih tinggi.
Selama Perang Dingin, CIA mencoba untuk menerapkan musik sebagai alat imbas dan propaganda dengan metode menghasilkan acara musik jazz di semua Eropa Timur. Program ini rupanya tak terlalu berhasil, namun sebagian musisi jazz seperti Dave Brubeck, DukeEllington, dan Louis Armstrong konsisten sukses membangun relasi dengan pemimpin politik di luar negeri.
Selama sebagian tahun terakhir, “ASMR” (AutonomousSensory Meridian Response) sudah menjadi primadona di kalangan pengguna dunia online. Ini yaitu sensasi yang menyenangkan dan menenangkan yang dialami oleh sebagian orang dikala mereka mendengar bunyi-bunyi lembut atau mengamati gambar-gambar yang menenangkan. Banyak orang yang menyenangi ASMR memperdengarkan rekaman-bunyi dengan bunyi aliran air, bisikan lembut, atau bunyi-bunyi alam lainnya.
Ada sebuah instrumen musik yang disebut theremin, yang dimainkan dengan gerakan tangan tanpa meraba instrumen itu sendiri. Theremin menghasilkan bunyi dengan memanfaatkan medan elektromagnetik yang ditemukan di sekitar dua antena. Instrumen ini tak jarang diterapkan dalam musik sci-fi sebab bunyi yang dihasilkannya terdengar betul-betul futuristik dan tak awam.
Seorang artis bernama John Cage menghasilkan sebuah nyanyian yang disebut “4’33” yang tak mempunyai bunyi sama sekali. Nyanyian ini cuma berisi perintah untuk pemusik untuk duduk membisu selama 4 menit 33 detik, sehingga memungkinkan pendengar untuk “mendengar” keheningan dan bunyi-bunyi sekitar mereka.
Pada tahun 2016, sebuah algoritma komputer menghasilkan sebuah nyanyian yang disebut “Daddy’sCar” yang diinspirasi oleh musik The Beatles. Algoritma ini didesain untuk mengekstraksi unsur-unsur kunci dari musik The Beatles dan menggabungkannya menjadi nyanyian absah. Walaupun nyanyian hal yang demikian ditampilkan oleh band manusia, algoritma yang menciptakannya menjadi teladan bagaimana teknologi dapat memengaruhi musik di masa depan.

error: Content is protected !!