Tetap Produktif, 6 Musisi Indonesia Ini Masih Terus Berkarya di Usia Senja

Menjadi seorang musisi adalah salah satu pekerjaan yang masih dapat dijalani sampai umur senja. Raga boleh saja menua, namun jiwa dan motivasi masih tetap bergelora.

Berikut ini adalah sebagian musisi yang masih terus berkarya di umur lima puluh tahun. Beberapa orang di umur tersebut akan memilih untuk pensiun dari pekerjaannya, namun para musisi tersebut masih saja menghibur penggemar loyalnya via karya.

Karya-karya yang telah diciptakannya juga menjadi sebuah monumen yang telah diciptakannya puluhan tahun lalu. Meski digerus oleh zaman, karya-karya mereka seolah tetap abadi

1. Iwan Sumbang

Penyanyi yang memiliki nama autentik Virgiawan Listanto slot77 online ini telah menginjak umur 58 tahun. Karier musiknya diawali dari jalanan sebagai pengamen di kota Bandung dan masuk sanggar dengan merekam album berjudul Amburadul. Tapi sayang, album yang dibayar dengan motor Iwan tersebut tak laku di pasaran.

Sebab tak laku di pasaran, Iwan kemudian kembali turun ke jalan menjadi pengamen lagi. Sembari menjadi pengamen, Iwan juga berprofesi sama dengan Musica Sanggar untuk merekam album Sarjana Muda dan sebagian album lainnya.

Masih tetap aktif mengamen, album Sarjana Muda miliknya terbukti banyak diminati dan membikin tawaran manggung Iwan datang dari berbagai pihak. Kemudian pada pertengahan 80an, Iwan masuk TV untuk pertama kalinya.

Kemudian di akhir 80an, semenjak Iwan bergabung dengan grup SWAMI lagu Iwan yang berjudul Bento dan Bongkar menjadi fenomenal di kalangan masyarakat Indonesia. Kemudian pada awal tahun 1990 Iwan bergabung dengan grup Kantata Takwa membikin namanya semakin melambung, malahan sebagian konser Kantata Takwa sempat menjadi konser terbesar di sejarah musik Indonesia.

Kemudian pada era 2000an Iwan mengeluarkan 12 Album termasuk album yang berjudul Manusia Separuh Dewa pada tahun 2004. Meski, telah berumur setengah abad lebih, Iwan masih tetap berkarya dan kerap berkolaborasi dengan musisi-musisi muda yang satu label rekaman dengannya.

2. Ebiet G.Ade

Warna musik yang diciptakan oleh Ebiet adalah musik yang tak begitu jauh dengan karakter musik Iwan Sumbang. Tapi, musik Ebiet adalah musik yang terilhami oleh alam, sosial, ketuhanan dan kemanusiaan tanpa ada syarat protes kepada elit politik.

Ebit yang telah berusia 66 tahun ini, mengawali kariernya dari kota Yogyakarta, dengan belajar gitar dari kakaknya yang bernama Ahmad Mukhodam. Kemudian, Ebiet meneruskan belajar gitarnya dengan Kusbini yang juga diketahui sebagai tokoh musik keroncong pada era 50an. Kemudian pada tahun 1979 Ebiet mengawali rekaman dengan label Jackson Record dan juga membuatnya hijrah ke Jakarta.

Tak cuma berkarier di Indonesia saja, Ebiet juga pernah melakukan rekaman album Camelia III di Filipina. Setelahnya, untuk merekam album kedelapannya yang berjudul Zaman, Ebiet melakukan rekaman di Capitol Records di Amerika Serikat dengan bekerjasama bersama Adde M.S dan Dodo Zakaria.

Dari tahun 1979 dengan album pertamanya yang berjudul Camelia I, sampai pada tahun 2013 dengan albumnya yang berjudul Serenade, Ebiet telah mewujudkan sebanyak 22 ablum sanggar. Karier Ebiet sebagai penyanyi malahan dicontoh oleh anak keduanya Adera Ega yang juga menjadi penyanyi pop.

error: Content is protected !!