Ulasan Noise Assault Vol 1 Dengan Compilation 2024

Tak terasa Kolektif Pemuja Mati Lampu (baca: kegelapan) sudah berumur sepuluh Tahun. Selama satu dekade eksis di belantika musik bawah tanah Indonesia, Grieve Records tetap militan menyebarkan kebisingan dan kegaduhan, mulai dari event Grieving The Earth, sebuah perhelatan yang gak menentu kapan digelarnya, tetapi selalu ditunggu-tunggu manusia-manusia yang haus nonton grup-grup edan, entah itu yang udah banyak dikenal, sampai band baru dibrojolin kemarenan hari, para kurator di belakang layar Grieve termasuk lihai dalam merancang susunan pengisi acara tiap-tiap chapter GTE, yang sampai saat ini sudah menginjak jilid kesebelas. Tengok saja deretan band lintas aliran yang sempat naik ke atas altar Rossi Fatmawati, mulai dari PROLETAR, WICKED SUFFER, SIGMUN, SURI, VALLENDUSK, SAJAMA CUT, JIRAPAH, BEDCHAMBER, TARRKAM, BAREFOOD, EXHUMATION, GRAVE DANCERS, AVHATH, REKAH, CLOUDBURST, INCENERATED, VAGUE dan bejibun band gak sembarangan lainya, yang tidak mungkin disebutkan satu persatu, tidak hanya dari scene dalam negeri saja, Grieve Records juga sering bersekongkol dengan organizer/kolektif lain buat mendatangkan berjenis-jenis musisi dari penjuru mata angin, entah itu band yang udah lumayan gede jenis KYLESA, FULL OF HELL, DOOM, TRAGEDY sampai band underrated tetapi gak kalah ngeri kayak SETE STAR SEPT, HARAM, RUINS ALONE, DEAD IN THE DIRT, LECHEROUS GAZE, BASTARDIZER, SATAN!, dan MY DISCO.

Berhubung namanya ada embel-embel records dibelakangnya, Grieve qris slot juga bergerak dalam bidang memproduksi sekaligus menyebar luaskan rilisan jasmani, baik itu melewati toko rekaman jasmani menakutkan dan penuh misteri di bilangan di Jl. Fatmawati Raya, dan juga melewati divisi label yang suka sporadis mencetak limited release, layanya split GHAUST (R.I.P) dan KELELWAR MALAM dalam wujud piringan warna-warni 7inch, reissue tiga karya legendaris HOMICIDE bareng Grimloc Records dan Elevation Records, sampai rilisan perdama para penyiar doom lokal yaitu SSSLOTHHH, OATH, dan satu-satunya unit funeral doom metal di tanah nusantara yaitu CANDLEGOAT. Terakhir Grieve Records juga baru saja merilis mini-album/demp perdana dari GLOOM WANDERER, proyek dungeon synth penuh aura mistis yang dapat bikin suasana tengah malam mencekam, kayak tepat lagi speedrun Dark Souls Prepare To Die Edition subuh-subuh (based on trve stories). Grieve Records dengan semua gigs dan rilisan ajaibnya tentunya memberikan pilihan, ditenggah gempuran gigs brutal death, hardcore/punk, maupun indies, sebab kolektif ini gak terpaku pada satu aliran saja kalo menebarkan undangan tampil, berkeinginan doom metal, stoner rock, shoegaze, noise, grindcore, crust punk, indie pop, death metal, black metal atau musik experimental, pokoknya semua diberikan panggung. Walhasil penonton gak bakalan bosen kalo nonton dari permulaan penampil pertama ampe fajar menyingsing sekalipun. Mindset acuh sama genre hal yang demikian juga tertuang dalam album Kompilasi ‘Noise Assault Vol. 1’, yang dirilis dalam rangka selebrasi satu dekade Grieve Records menebarkan terror di gelanggang musik underground Indonesia.

Sesungguhnya aku termasuk orang yang benar-benar malas dengan namanya kompilasi, tetapi ‘Noise Assault Vol. 1’ yang berisikan delapan belas nyanyian dengan total durasi lebih dari satu jam ini, sukses memantik rasa penasaran tepat ngeliat siapa-siapa saja band yang terlibat dalam kompilasi in. Memang gak ada big names buat mendongkrak penjualan, sebab kompilasi ini dengan terang diperuntukan untuk mengangkat grup-grup baru potensial, biar skena sini dapat beregenerasi. Kwartet speed/thrash metal asal Bandung, ANCIENT, diberikan mandat untuk membuka kompilasi padat karya ini, mereka membawakan nomor old school metal ngetrill “Deathtrap Dungeon (Intro)/Spectral Phantasm” dari split mereka bareng BRIGADE OF CROW dahulu, yang dapat bikin bapak-bapak lagi ngeronda sambil maen gaplek jadi mendadak kesurupan Paul Baloff, agresi kemudian dilanjutkan oleh BLOODFED nyanyian dengan judul “Plague”, yang dijamin tepat buat para pencinta Swedish death metal segera nyengir, apalagi eksekusi mereka sudah benar-benar jauh lebih matang dari kebanyakan band lokal yang ngebawain style HM-2 core. Biar gak metal berikutnya giliran unit darkwave ASYLUM UNIFORM, untuk unjuk gigi, dengan tembang berjudul “Past”, Tiga trek berikutnya kembali bikin adrenalin memuncak bareng HURT EM (grindcore), SPEEDX (80’s hardcore), dan salah satu pengusung thrasher paling liar saat ini di scene lokal, IRON VOLTAGE!!.

Biar gak kebut-kebutan terus (awas nanti kena tilang bung!), saatnya retrospeksi dahulu nih bersama suguhan shoegaze maknyus dari ENOLA, tetapi jangan keterusan terbawa suasana terus berbaring dilantai sambil guling-guling, sebab ‘Noise Assault Vol. 1’ setengah jalan aja beloman. Transformasi terkini WORLD DOMINATION sudah siap menendang pantat anda sekaligus, jika dalam ‘Forever Slave‘ dahulu masih mereka masih main di wilayah dark hardcore, sekarang “Sacrificium Intellectus” pun jadi berasa kayak GATECREEPER album pertama, alias berasa banget influence dari ENTOMBED dan BOLT THROWER, next pendatang baru (tetapi konon isinya orang-orang lama) RATRACE siap melanjutkan gempuran kesembilan melewati kegilaan crossover thrash membabi buta, emang sih agak kependekan, jadi kurang maksimum, hal hal yang demikian aku rasakan juga dari band grindcore barbar asal Yogyakarta, KVLTZEON, nyanyian yang dimasukan terlalu pendek, jadinya numpang melewati aja kalo dalam sebuah album kompilasi, ada baiknya jika dipilihkan nyanyian yang panjangan dikit. Selanjutnya tongkat estafet diserahkan pada MASAKRE yang berdonasi rendition barbar “Triumph of Death” dari HELLHAMER (sedikit disayangkan aja yang ditampilkan bukan nyanyian sendiri). HEADRKUSHER dengan “Whiskey And Misery”, yang ditarik dari debut full-length mereka ‘Opprobrium’, masih mempertahankan tempo ugal-ugalan tanpa kompromi, baik MASAKRE maupun HEADKRUSHER pasti sudah benar-benar tenar bagi mereka yang mengikutin perkembangan terikini skena bawah tanah sebagian tahun terakhir, sebab keduanya udah cukup kvlt namanya bagi para penganut ideologi “only death is real”.

error: Content is protected !!